Realize Your Dream Swimmingpool
Cara Menghitung Kebutuhan Besi Kolam Renang

Cara Menghitung Kebutuhan Besi Kolam Renang

Kali ini kita akan membahas cara menghitung kebutuhan besi kolam renang dengan mudah, efisien dan lengkap.

Dalam proses pembuatan atau konstruksi kolam renang ada banyak sekali tahapan-tahapan proses pembuatannya.

Simak selengkapnya bagaimana Cara Pemasangan Pembesian Kolam Renang yang efisien dan kokoh pada pembahasan sebelumnya.

Setelah tahapan pekerjaan pemasangan Bekisting Luar dengan pemasangan Bata Merah ataupun Batako selesai dikerjakan.

Maka tahapan pekerjaan pembuatan kolam renang selanjutnya adalah pekerjaan pembesian kolam renang.

Untuk dapat mengasilkan pekerjaan pembuatan kolam renang yang efisien, kokoh, dan bergaransi lama.

Maka kita harus mengetahui dan memahami cara menghitung kebutuhan besi kolam renang dengan efisien, dan tanpa mengurangi ukuran maupun bahan material dalam pembuatannya.



Oleh karena itu kita harus mengetahui hitungan-hitungannya dan batasan minimal kebutuhan besi beton kolam renang.

Pembesian kolam renang untuk Pembuatan Kolam Renang standart rumah pribadi cukup dengan menggunakan besi polos dua lapis ukuran 12 mm atau 10 mm.

Besi ulir digunakan untuk pembesian kolam renang yang cukup besar.

Gunakanlah besi beton yang ukurannya full dan memenuhi standart SNI, jangan pakai besi beton yang ukurannya ‘banci’.

 

Berikut ini cara menghitung kebutuhan besi kolam renang

Kebutuhan pembesian dua lapis permeter persegi (m2)

Cara menghitung kebutuhan besi kolam renang dengan jarak pembesian 15 cm:

Dalam 1 m2 terdapat besi beton sepanjang 28 m

28 m x berat besi permeternya

28 m x (0,006165 kg x D x D)

 

Cara menghitung kebutuhan besi kolam renang dengan jarak pembesian 20 cm:

Dalam 1 m2 terdapat besi beton sepanjang 20 m

20 m x berat besi permeternya

20 m x (0,006165 kg x D x D)

 

Contoh untuk besi diameter 10 mm dengan pembesian kolam renang jarak 15 cm:

28 m x (0,006165 x 10 x 10)

28 m x 0,6165 kg = 17,262 kg/m2

17,262 kg/m2 ditambah koefisien faktor kehilangan sebesar 5%



Kebutuhan pembesian dua lapis perkubik beton (m3)

Contoh untuk tebal beton 20 cm dengan besi diameter 10 mm:

1 m3 = 5 x 0,20 m

(angka 5 berasal dari 1 dibagi 0,2 = 5)

17,262 kg/m2 x 5 = 86,31 kg/m3

86,31 kg/m3 ditambah koefisien faktor kehilangan sebesar 5%

86,31 kg/m3 x 1,05 = 90,63 kg/m3

(pembesian kolam renang)

Contoh untuk tebal beton 15 cm dengan besi diameter 10 mm:

1 m3 = 6,67 x 0,15 m

(angka 6,67 berasal dari 1 dibagi 0,15 = 6,67)

17,262 kg/m2 x 6,67 = 115,14 kg/m3

115,14 kg/m3 ditambah koefisien faktor kehilangan sebesar 5%

115,14 kg/m3 x 1,05 = 120,89 kg/m3.

(pembesian kolam renang)

Baca juga mengenai proses Galian Tanah Kolam Renang dengan cara manual atau konvensional.

 

Berat besi beton perbatang dengan panjang 12 m:

Besi diameter 12 mm = 0,006165 x 12 x 12 x 12 = 10,653 kg/batang

Besi diameter 10 mm = 0,006165 x 12 x 10 x 10 = 7,398 kg/batang

Besi diameter 8 mm = 0,006165 x 12 x 8 x 8 = 4,734 kg/batang

(pembesian kolam renang)



Kebutuhan kawat bendrat

Pembesian Kolam Renang

Kebutuhan kawat bendrat sebagai pengikat pembesian kolam renang yaitu sebanyak 2 kg/m3 (perkubik beton).

Setelah semua pembesian selesai dirakit jangan lupa selalu lakukan pembersihan pada seluruh area pekerjaan.

Sebelum pembesian dinding kolam renang dipasang bekisting penutup.

Kemudian tahapan pekerjaan pembuatan kolam renang selanjutnya adalah Pengecoran Beton Kolam Renang.

Demikianlah cara menghitung kebutuhan besi kolam renang dengan mudah, efisien dan lengkap, semoga bermanfaat.

Simak juga panduan lengkap memilih Sistem Sirkulasi Kolam Renang yang tepat untuk Anda terapkan.

 

*support by DomaiNesia, penyedia hosting terbaik di Indonesia.

 

error: Content is protected !!